Cimahi Siap Kirim 250 Ton Sampah per Hari ke PSEL Sarimukti, Proyek Waste to Energy Mulai Bergerak


CIMAHI, GARDA INDOSIA.COM-
Pemerintah Kota Cimahi dipastikan ikut berkontribusi dalam implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy yang akan dibangun di kawasan Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 


Kepastian itu muncul usai Wali Kota Cimahi Ngatiyana menandatangani kesepakatan bersama PSEL Sarimukti bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 


Penandatanganan juga melibatkan kepala daerah lain se-Bandung Raya dan sekitarnya: Wali Kota Bandung M Farhan, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta Wakil Bupati Cianjur Ramzi.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Rabu (8/4/2026) menyebut proyek ini merupakan tindak lanjut arahan rapat dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Gubernur Jabar. 


“Jadi kemarin arahan hasil rapat diputuskan rencana pembangunan PSEL Sarimukti,” ujarnya.


Proyek waste to energy ini mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah Perkotaan Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. 


Dari kesepakatan tersebut, Kota Cimahi menyatakan kesiapan mengirimkan 250 ton sampah setiap hari begitu PSEL beroperasi. Angka itu bukan asal tunjuk.


 “Angka itu sesuai perhitungan produksi sampah rumah tangga di Kota Cimahi,” tegas Chanifah.


Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan tugas Pemprov Jabar dalam proyek ini. Pertama, menyiapkan lahan di kawasan Sarimukti yang lokasinya berdekatan dengan TPAS eksisting.


Kebutuhan lahan diperkirakan 25 hingga hampir 26 hektare. Presiden Prabowo Subianto disebut sudah menginstruksikan kementerian terkait mempercepat proses persetujuan pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan PSEL Sarimukti.


 “Nanti kita minta surat dari pak gubernur untuk Menhut untuk segera diterbitkan persetujuan pinjam pakai,” kata Arief.


Selain lahan, Pemprov Jabar wajib menyiapkan pasokan sampah sebagai bahan baku. Enam daerah telah sepakat mengirimkan sampahnya ke PSEL Sarimukti: Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, KBB, Cianjur, dan Purwakarta. Total kebutuhan mencapai lebih dari 3.400 ton per hari.


Tugas ketiga yang tak kalah krusial adalah penyediaan sumber air. PSEL butuh air cukup besar, sekitar 1.000 meter kubik per hari. 


“Kondisi eksisting sekarang terbatas Sarimukti, sungainya kecil debitnya, tidak akan cukup jadi harus ada kajian terkait sumber air,” ungkap Arief.


Untuk konstruksi, Pemprov Jabar menunggu kepastian pusat. Hasil kesepakatan percepatan PSEL Sarimukti akan dibawa Kementerian Lingkungan Hidup ke forum lebih tinggi. Pembangunan rencananya dilakukan PT Danantara bersama mitra.


Dari sisi pembiayaan, konstruksi bakal di-cover langsung Danantara dan mitranya. “Jadi kita tidak mengeluarkan biaya. Tapi ada proses lagi, sehingga perkiraan saya mungkin akhir tahun 2026 atau awal 2027 dimulai pembangunan,” pungkas Arief. (**)

Komentar

BERITA TERKINI