Pemkot Cimahi Jemput Bola Anak Putus Sekolah, Wali Kota: Biaya Bukan Alasan Berhenti Belajar



CIMAHI, GARDA INDONESIA.COM- Pemerintah Kota Cimahi menuntaskan persoalan anak putus sekolah lewat program jemput bola. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan langkah aktif ini untuk menjamin setiap anak mendapat hak pendidikan tanpa terhalang biaya. Hal itu disampaikan Senin 04/05/2026.


"Program jemput bola menggandeng PKBM dan perangkat distrik turun langsung ke lapangan. Tim menyisir lingkungan untuk mendata anak yang tidak melanjutkan sekolah. Hasilnya, sejumlah anak berhasil terjaring dan kini masuk PKBM. Mereka mengikuti program Paket A, Paket C, serta pendidikan kesetaraan lainnya," kata Ngatiyana.


Ngatiyana menegaskan biaya tidak boleh lagi menjadi alasan anak berhenti sekolah. Pemkot Cimahi siap membantu warga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan. Setiap kasus yang ditemukan akan ditelusuri akar masalahnya dan dicarikan solusi cepat.


"Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah memastikan tidak ada anak di Cimahi yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Pemkot ingin pendidikan menjangkau semua lapisan masyarakat. Keluarga prasejahtera menjadi prioritas agar tidak ada yang tertinggal dari layanan pendidikan," jelas Ngatiyana.


Pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai prioritas utama Pemkot Cimahi. Peningkatan kualitas SDM harus dikedepankan. Cimahi butuh generasi cerdas dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan adalah fondasi utama mencapainya.


"Menurut Ngatiyana, pendekatan jemput bola efektif karena langsung menyasar akar persoalan di lapangan. Dengan kolaborasi PKBM dan distrik, pendataan anak putus sekolah lebih akurat. Penanganan jadi lebih cepat dan tepat sasaran. Anak yang terjaring langsung diarahkan ke jalur pendidikan yang sesuai, "tambahnya.


Pemkot Cimahi membuka ruang bagi warga untuk melapor jika menemukan anak tidak bersekolah. Laporan bisa disampaikan ke kelurahan, kecamatan, atau PKBM terdekat. Semakin cepat informasi masuk, semakin cepat anak tersebut dibantu kembali ke bangku pendidikan.


"Ngatiyana mengajak seluruh masyarakat ikut peduli. Tetangga, RT, RW, tokoh masyarakat, dan sekolah diminta aktif memantau lingkungan. Jangan biarkan ada anak yang diam-diam putus sekolah. Kolaborasi pemerintah dan warga menjadi kunci menekan angka putus sekolah di Cimahi," ajaknya.


Dengan program jemput bola, Pemkot Cimahi ingin mewujudkan kota yang peduli pendidikan untuk semua. Tidak ada anak yang tertinggal. Setiap anak berhak sekolah, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,. (**)

Komentar

BERITA TERKINI