Wali Kota Ngatiyana Sapa PPKS Cimahi Tengah, Bansos Jadi Langkah Awal Menuju Mandiri


CIMAHI,GARDA INDONESIA.COM- 
Suasana hangat tercipta saat Pemerintah Kota Cimahi turun langsung ke rumah warga. Lewat Dinas Sosial, Pemkot menggelar home visit sekaligus menyalurkan Bantuan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang terdampak kerentanan ekonomi di wilayah Cimahi Tengah, Jumat 29/5/2026.


Wali Kota Cimahi Ngatiyana tak hanya mengirimkan bantuan. Ia datang sendiri ke kediaman dua warga penerima manfaat: Ibnu Noorfadila di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Baros, dan Nuraissa R. Asokawati di Jalan Rancabelut, Kelurahan Padasuka. Momen penyerahan simbolis ini jadi penegas bahwa pemerintah hadir, bukan hanya di atas kertas.


Bagi Pemkot Cimahi, bantuan bukan sekadar seremonial. Ini bentuk tanggung jawab sosial yang menyasar akar masalah. Fokusnya diarahkan pada pemulihan jangka panjang, supaya warga yang sedang terpuruk punya jalan keluar dan daya juang untuk bangkit lagi.


Komitmen itu disampaikan jelas saat Ngatiyana bertemu langsung dengan penerima manfaat. “Pemkot Cimahi ingin membangun jembatan, bukan hanya memberi tongkat. Warga terlantar harus dipulihkan kesehatannya, dilatih produktif, lalu mandiri secara ekonomi,” kata Wali Kota.


Di hadapan Ibnu dan Nuraissa, Ngatiyana menitipkan pesan penguat mental. Ia mengajak keduanya tetap sabar, ikhlas, dan optimis. “Keterbatasan hari ini bukan garis finish. Anggap ini tantangan. Hadapi dengan kepala tegak dan hati yang kuat,” pesannya.


Wali Kota juga berpesan agar bansos dipakai bijak untuk kebutuhan pokok dan hal yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup. Kepada Camat, Lurah, RT, RW, ia menitipkan tugas mulia: dampingi terus para penerima manfaat sampai mereka bisa berdiri sendiri tanpa bantuan.


"Langkah Pemkot tidak berhenti pada bantuan logistik. Ngatiyana menginstruksikan perangkat wilayah dan dinas terkait untuk bergotong royong membersihkan rumah warga penerima. Rumah bersih dan sehat diyakini jadi pondasi penting agar program pemulihan berjalan lancar," ujar Ngatiyana.


Pemkot memahami betul kaitan antara hunian layak dengan kesehatan. Lingkungan yang rapi menurunkan risiko penyakit dan membuat pikiran lebih tenang. Dengan begitu, semangat warga untuk bekerja dan beraktivitas bisa tumbuh kembali.



"Sebagai jaring pengaman tambahan, Pemkot sekaligus mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk para penerima bantuan. Tujuannya sederhana: saat sakit, mereka tetap bisa berobat tanpa khawatir biaya. Ini bentuk perlindungan sosial yang menyeluruh," kata Wali Kota


Untuk tahap selanjutnya, Dinas Sosial menyiapkan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Budidaya lele jadi salah satu opsi karena modalnya terjangkau dan cepat panen. 


"Pemkot terus berkoordinasi dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Cimahi agar ekosistem ekonomi kerakyatan untuk warga prasejahtera benar-benar tumbuh," tandas Ngatiyana. (**)

Komentar

BERITA TERKINI