INTI Jabar Gandeng RS Guangzhou Lawan Kanker Bersama


BANDUNG, GARDA INDONESIA.COM- INTI Jabar bekerja sama St. Stamford Medical Cancer Hospital Guangzhou gelar Edukasi Kanker Gratis melalui seminar "Hand in Hand, We Fight Cancer". Kolaborasi ini menghadirkan dr. Muliono, SpKKLP., FIHFAA., FISQUA sebagai pembicara untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan, deteksi dini, dan pilihan penanganan kanker.


Kegiatan akan berlangsung Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 09:30 WIB di Bank Danamon, Jl. Merdeka No.40 Bandung. Melalui kerja sama ini, INTI Jabar menyediakan konsultasi gratis, snack, t-shirt, dan lunch box bagi peserta. Registrasi wajib melalui Sekretariat INTI JABAR 0822-1112-3600. Kuota terbatas dan diprioritaskan untuk pasien kanker.


Manager RS Mr. HU Ye Hai mengucapkan terima kasih kepada INTI Jabar. Ia mengaku sangat senang bisa hadir dan berbagi dalam kegiatan edukasi kanker bersama masyarakat Jawa Barat.



"Ia menjelaskan bahwa tim medis dari Cina memiliki pendekatan berbeda dengan kemoterapi atau radioterapi konvensional. Rumah sakit tersebut lebih fokus pada terapi minimal invasif yang bertujuan memberikan penanganan lebih ringan bagi pasien kanker," ujar Mr. HU Ye Hai.


Mr. HU Ye Hai menegaskan terapi minimal invasif dirancang untuk meminimalkan dampak samping dibanding metode konvensional. 


"Dengan teknik ini, diharapkan pasien dapat menjalani pengobatan dengan kualitas hidup yang lebih baik selama masa perawatan. Fokus utamanya adalah memperpanjang usia harapan hidup pasien, dengan tetap menjaga kondisi fisik dan psikis tetap stabil," tegas Mr. HU Ye Hai.


Mr. HU Ye Hai menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan INTI Jabar sejak tahun 2018. 


"Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dan berharap ke depannya akan ada lebih banyak kegiatan serupa di berbagai daerah lainnya," tutup Mr. HU Ye Hai.



Ketua INTI Jawa Barat Leon Hanafi menyampaikan bahwa INTI bekerja sama dengan Rumah Sakit Stamford International Medical untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Kerja sama ini bertujuan memberikan akses pengobatan yang lebih tepat dan nyaman bagi warga.


"Menurut Leon, kesehatan tidak mengenal batas wilayah. Masyarakat berhak mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kebutuhannya. Kegiatan seminar kesehatan ini merupakan program rutin INTI di bidang sosial. Meski awalnya khusus untuk anggota, INTI justru memprioritaskan keterbukaan untuk masyarakat luas karena edukasi kesehatan sangat dibutuhkan saat ini," jelasnya.



Leon menegaskan, tubuh yang sehat menjadi modal utama agar masyarakat bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik. Karena itu edukasi dan deteksi dini perlu terus disosialisasikan, tidak hanya di Kota Bandung tetapi juga ke seluruh cabang INTI se-Jawa Barat. Kegiatan serupa akan ditindaklanjuti ke wilayah lain agar manfaatnya merata.


Terkait MoU dengan pihak rumah sakit, ruang lingkupnya mencakup edukasi kesehatan di berbagai tempat serta jembatan layanan bagi pasien yang ingin berobat. 


"Leon menjelaskan, pasien yang mendaftar melalui INTI akan difasilitasi ke Jakarta terlebih dahulu karena Stamford juga memiliki cabang di sana. Penanganan awal dilakukan di Jakarta, sehingga tidak perlu langsung ke China. Jika kondisi pasien memungkinkan dan diperlukan penanganan lanjutan, barulah dirujuk ke China," ungkapnya.


Ke depan, INTI Jabar berencana membentuk rombongan untuk check up kesehatan ke Jakarta secara berkala. Program edukasi kesehatan akan dijadikan kegiatan rutin agar masyarakat semakin paham pentingnya pencegahan. 


"Dengan begitu, kerja sama ini tidak hanya membantu pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran kesehatan masyarakat jangka panjang," tandas Leon Hanafi.



Sementara Wakil Ketua INTI Jawa Barat Mimi Ekiami menambahkan, INTI Jawa Barat menggelar seminar kesehatan bertema "Hand to Hand Fighting Cancer" di Bandung. Kegiatan ini menghadirkan informasi teknologi terbaru penanganan kanker yang dinilai sangat membantu masyarakat menambah wawasan.


Mimi Ekiami menyampaikan, sistem terapi terbaru kini lebih "to the point" pada titik sasaran kanker. 


"Teknologi tersebut menurutnya luar biasa dan sangat bermanfaat agar masyarakat lebih paham perkembangan pengobatan modern," tegas Mimi.


Antusiasme peserta seminar sangat tinggi. Leon menyebut masyarakat rindu kegiatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Karena itu INTI Jabar berencana menggelar seminar lanjutan dengan fokus pada kanker payudara dan kanker rahim.


Dalam kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan MoU antara INTI Jawa Barat dengan Rumah Sakit Kanker di Guangzhou, China. 


"Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi, penyelenggaraan edukasi, serta fasilitasi keberangkatan pasien ke China," ujar Mimi.



Bank Danamon turut dilibatkan dalam kerja sama tersebut. Dukungan Bank Danamon diharapkan mempermudah proses keberangkatan masyarakat yang membutuhkan pengobatan lanjutan ke luar negeri agar perjalanan lebih aman dan tertata," tambah Mimi.


Mimi menegaskan, pendaftaran tidak hanya untuk anggota INTI. Masyarakat umum se-Jawa Barat juga bisa mendaftar melalui INTI dan akan dibantu prosesnya. Akses layanan kesehatan modern dibuka seluas-luasnya untuk publik.


"Harapan dari kegiatan ini agar masyarakat semakin terbuka dengan perkembangan pengobatan kanker. Dengan teknologi baru, angka kesembuhan pasien kini semakin tinggi sehingga penderita kanker tetap punya harapan untuk sembuh," tandas Mimi Ekiami. (**)

Komentar

BERITA TERKINI