Peletakan batu pertama dilakukan langsung di Kelurahan Melong. Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas Pemkot Cimahi karena kondisi bangunan lama dinilai tidak lagi ideal untuk menopang pelayanan kesehatan, terutama ketika hujan deras memicu banjir.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, keputusan membangun ulang Puskesmas Melong Tengah tidak bisa ditunda. Banjir yang berulang setiap musim hujan berpotensi mengganggu pelayanan sekaligus membahayakan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan.
“Menurut Ngatiyana, gedung baru tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat menikmati fasilitas baru tersebut mulai 2027 dengan kondisi bangunan yang lebih representatif," ucapnya.
Bukan hanya bangunan yang diperbaiki, Pemkot Cimahi juga ingin memperkuat jenis layanan yang diberikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan persalinan yang ditargetkan tersedia selama 24 jam.
“Pelayanan khususnya persalinan bisa satu kali 24 jam. Jadi melayani masyarakat sampai 24 jam,” tegasnya.
Ngatiyana menyebut pembangunan Puskesmas Melong Tengah sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kota Cimahi. Ia memastikan proyek tersebut masuk skala prioritas karena orientasinya langsung kepada kebutuhan masyarakat.
“Skala prioritas pembangunannya untuk kepentingan masyarakat, yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mudah-mudahan pembangunan lancar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Mulyati mengungkap alasan pembangunan dari sisi pelayanan kesehatan. Menurutnya, persoalan paling mendesak adalah keselamatan pasien.
“Yang utama adalah keselamatan pasien. Puskesmas Melong ini posisinya selalu kebanjiran jika musim hujan datang. Tentu kami dari Dinas Kesehatan harus memperhatikan keselamatan pasien,” kata Mulyati.
Banjir, lanjut dia, bukan hanya berisiko terhadap pasien dan tenaga kesehatan. Alat-alat kesehatan serta dokumen penting juga berada dalam ancaman apabila genangan kembali masuk ke area puskesmas.
"Karena itu, gedung baru akan dibangun dengan mengacu pada regulasi terbaru serta mengusung konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis lima klaster. Konsep tersebut diharapkan membuat pelayanan kesehatan lebih terintegrasi dan sesuai kebutuhan masyarakat," Kadinkes.
Pembangunan memiliki target pengerjaan selama 143 hari kalender. Gedung baru diproyeksikan memiliki luas sekitar 265 meter persegi dan terdiri dari dua lantai, dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.
Selama proyek berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di lokasi sementara kawasan Kompleks Pharmindo. Pelayanan persalinan 24 jam juga tetap dipertahankan agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan penting.
"dr Mulyati berharap, gedung baru diharapkan bukan hanya bebas dari persoalan banjir, tetapi juga menjadi fasilitas kesehatan yang lebih aman, nyaman dan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi warga Melong," tandasnya. (**)

