CIMAHI, GARDA INDONESIA.COM– Semangat menjadikan anak sebagai generasi penerus yang berani, mandiri dan peduli lingkungan mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Cimahi tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar Kamis (27/8/2026) di Selasar Gedung B dan dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028.
Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana mengatakan, peringatan HAN harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana anak-anak mendapatkan hak dan perlindungan yang layak. Menurutnya, anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga lingkungan yang aman, kasih sayang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
Ngatiyana menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan. Anak-anak Cimahi didorong untuk berani bermimpi, mengejar prestasi dan tidak merasa rendah diri hanya karena usia mereka masih muda.
“Sayang anak, lindungi dan bangun masa depan,” ujar Ngatiyana, seraya mengingatkan bahwa membangun masa depan anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam mewujudkan perlindungan anak. Orang tua, guru, lingkungan sekolah hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan, perundungan dan berbagai bentuk diskriminasi terhadap anak.
“Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ngatiyana juga mengajak anak-anak Cimahi mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pesan “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga” atau “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan” menurutnya harus diterjemahkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan dalam sebuah peringatan.
Mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik hingga menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan anak-anak. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri periode 2026–2028 turut menjadi sorotan. Ngatiyana menyebut forum tersebut sebagai ruang strategis bagi pelajar untuk belajar berorganisasi, menyampaikan aspirasi dan mengasah kemampuan kepemimpinan sejak dini.
Wali Kota meminta para pengurus forum tidak takut mengambil peran. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan, tetapi tercermin dari kemampuan mendengar, bekerja sama, melayani dan bertanggung jawab.
“Keberanian bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di depan. Kepemimpinan adalah tentang mau mendengar, mau melayani, mau bekerja sama dan berani bertanggung jawab,” katanya.
Ngatiyana juga mengingatkan anak-anak agar tidak membiarkan kekerasan dan perundungan berlangsung tanpa tindakan. Jika mengalami atau mengetahui adanya kekerasan maupun diskriminasi, anak diminta segera mencari bantuan kepada orang tua, guru atau layanan perlindungan SAPA 129.
“Berani melaporkan bukan berarti lemah. Berani meminta pertolongan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Menurut Ngatiyana, masa depan Cimahi sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, peringatan HAN ke-42 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi anak.
"Dia berharap anak-anak Cimahi kelak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, berani menyuarakan kebenaran, peduli terhadap lingkungan dan siap mengambil peran sebagai pemimpin masa depan. (**)


