CIMAHI, GARDA INDONESIA.COM– Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah langsung menyikapi keresahan warga RW 28, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, terkait keberadaan dan pembangunan pabrik coklat yang berada di sekitar kawasan permukiman.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama jajaran terkait mendatangi wilayah tersebut dan berdialog langsung dengan masyarakat. Pertemuan itu dilakukan untuk mendengarkan keluhan warga sekaligus memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan yang selama ini berkembang.
Dalam musyawarah tersebut, Ngatiyana menegaskan Pemkot Cimahi akan menangani persoalan secara objektif. Pemerintah, kata dia, tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh informasi dari warga, perusahaan, maupun kondisi di lapangan diketahui secara jelas.
“Kami turun langsung karena ingin mengetahui permasalahan yang ada di RW 28. Kami tidak memihak kepada siapa pun, tetapi berpihak kepada keadilan. Mudah-mudahan masyarakat sabar dan percayakan kepada kami untuk mencari penyelesaian yang terbaik,” ujar Ngatiyana usai musyawarah bersama warga, Senin (24/08/2026).
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Cimahi akan meminta penjelasan dari pihak perusahaan serta melakukan pemeriksaan lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aktivitas dan pembangunan yang berlangsung benar-benar sesuai dengan dokumen serta ketentuan perizinan yang berlaku.
“Perizinan ini mulai dari tahun 2012 sampai sekarang terus berkembang. Besok kami akan mencari keterangan di lapangan, apakah sesuai dengan perizinan yang sudah diterbitkan atau tidak. Kita akan cek, apakah kondisi di lapangan sama dengan izin yang diberikan,” tegasnya.
Ngatiyana memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran. Setiap pelanggaran terhadap perizinan maupun ketentuan lainnya akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga harus mempertimbangkan keamanan dan keselamatan warga. Pemkot Cimahi akan melihat potensi dampak dari berbagai sisi, termasuk kesehatan, keselamatan, keamanan hingga kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.
“Jangan sampai pembangunan ini justru membahayakan masyarakat. Kita akan lihat dari berbagai sudut dan berbagai sisi. Yang paling penting adalah keamanan dan keselamatan masyarakat,” ungkap Ngatiyana.
Ia pun meminta warga tetap tenang sembari proses pemeriksaan dilakukan. Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen mencari solusi yang dapat diterima dengan mengedepankan aturan, kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan.
"Percayakan kepada kami. Kita bersama-sama mencari penyelesaian yang terbaik. Selama kita menyelesaikannya dengan hati dan pikiran yang tenang, insyaallah setiap permasalahan bisa diselesaikan,” pungkasnya. (**)


