Ajak Warga Peduli lingkungan,Bazar bayar pakai Sampah Kecamatan Astana anyar


BANDUNG - Garda Indonesia.com- Mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi warga, Kecamatan Astanaanyar menggelar kegiatan donor darah, bazar bayar pakai sampah, dan pemberdayaan UMKM binaan, Sabtu (31/10/2026), di halaman Kantor Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.


Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi salah satu upaya kecamatan dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Melalui bazar tersebut, warga dapat menukarkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dengan voucher untuk berbelanja kebutuhan pokok.


Camat Astanaanyar, Drs. H. Amin Jarkasih, M.M., menjelaskan bahwa bazar bayar pakai sampah merupakan inovasi yang telah dijalankan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, termasuk Great Bandung dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


“Ini merupakan inovasi Kecamatan Astanaanyar yang sudah kami lakukan beberapa tahun terakhir. Setiap tiga bulan sekali kami mengadakan bazar bayar pakai sampah. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ungkap Amin.


Menurutnya, setiap pelaksanaan kegiatan mampu mengumpulkan sampah anorganik lebih dari satu ton. Sampah yang dibawa warga ditimbang, kemudian dikonversi menjadi voucher yang dapat langsung digunakan untuk berbelanja di bazar sembako.


Ia menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan bagian dari upaya mengubah pola pikir masyarakat dalam menangani persoalan sampah.


Pemerintah kewilayahan, kata Amin, terus mendorong agar sampah dapat diselesaikan sejak dari sumbernya, sehingga tidak seluruhnya bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA).


“Harapan kami, masyarakat terbiasa memilah sampah organik, anorganik, maupun residu. Sampah organik bisa diolah melalui maggot dan kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan dijual kembali,” jelasnya.


Amin juga mengapresiasi keterlibatan enam kelurahan di wilayah Kecamatan Astanaanyar. Bahkan, kelurahan yang telah memiliki bank sampah aktif tetap dilibatkan agar gerakan kepedulian lingkungan semakin meluas.


Sementara itu, Lurah Cibadak, Dadan Suhendra, S.T., M.M., menambahkan bahwa kegiatan bazar tersebut turut melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan dan kelurahan.


Menurutnya, ASN juga diwajibkan mengumpulkan sampah anorganik sebagai bentuk keteladanan dalam membangun budaya peduli lingkungan. Pelaksanaannya didukung kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Great Bandung.


“Alhamdulillah, masyarakat semakin antusias. Mereka membawa sampah untuk ditukarkan dengan voucher belanja. Ini memberikan pemahaman bahwa sampah yang dikelola dengan baik ternyata bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.


Dadan menambahkan, di Kelurahan Cibadak sendiri kegiatan kebersihan lingkungan terus digerakkan secara rutin setiap Jumat melalui gerakan bebersih bersama warga dan unsur kewilayahan.


Ia berharap, kebiasaan mengumpulkan dan memilah sampah anorganik semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi.


Melalui kegiatan yang menggabungkan kepedulian lingkungan, donor darah, dan pemberdayaan UMKM binaan ini, Kecamatan Astanaanyar berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat semakin kuat.


Sebab, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan membutuhkan kesadaran bersama. Dimulai dari rumah, sampah dapat dipilah, dikelola, bahkan menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

( Jurnalis : undang.s )

Komentar

BERITA TERKINI